{"title":"在PUSKESMAS PUGER JEMBER,青少年通过书目学习艾滋病毒/艾滋病的知识属于性别","authors":"Iis Rahmawati, Dini Kurniawati, Murtaqib Murtaqib","doi":"10.22435/KESPRO.V11I1.2977","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract \nBackground: HIV/AIDS cases are developing very rapidly throughout the world. The increase in cases of HIV/AIDS among adolescents is still related to the lack of knowledge of adolescents on HIV/AIDS. \nObjective: This study aimed to describe the knowledge of adolescents on HIV/AIDS through bibliotherapy methods based on sex to contribute to program planners and decision makers in selecting methods in informing HIV/AIDS knowledge. \nMethod: The study design was quasi experimental. The study location is in the working area of Puger Public Health Center. The study was conducted in July-September 2019. The sample in this study was 44 adolescents consisting of 22 respondents of male adolescents’ group and 22 respondents of female adolescents’ group using purposive sampling technique with inclusion criteria namely adolescents living in the work area of Puger Public Health Center, aged 16-17 years, adolescent boys and girls who are willing to be respondents, having no obstacle in reading and in good health. The study instrument used was questionnaire of knowledge. Data analysis used Wilcoxon and Mann Whitney test with p-value <0.05. \nResults: The results of analysis showed significant differences before and after the therapy in the group of adolescent girls (p-value = 0.002) and adolescent boys (p-value = 0.043). Adolescent boys and girls both have an influence although the influence occurred was not as significant as those occurred in the group of adolescent girls. \nConclusion: The method of bibliotherapy had an influence on increasing knowledge in both groups of adolescent girls and boys, yet more emphasis was found on adolescent girls, thus the bibliotherapy method is more effective if given to the groups of adolescent girls. Therefore, it is recommended to find a more appropriate method for groups of adolescent boys. \nKeywords: bibliotherapy, HIV/AIDS, adolescent girls, adolescent boys \n \nAbstrak \nLatar Belakang: Kasus HIV/AIDS berkembang sangat cepat di seluruh dunia. Peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja berkaitan dengan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. \nTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS melalui metode biblioterapi ditinjau jenis kelamin untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi para perencana program dan pengambil keputusan dalam memilih metode penyampaian mengenai pengetahuan HIV/AIDS. \nMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Puger. Penelitian dilakukan pada Bulan Juli-September 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang remaja yang terdiri dari 22 responden kelompok remaja laki-laki dan 22 responden kelompok remaja perempuan, dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu remaja tinggal di wilayah kerja Puskesmas Puger, berusia 16-17 tahun, remaja laki-laki dan perempuan yang bersedia menjadi responden, tidak memiliki hambatan dalam membaca serta dalam keadaan sehat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner pengetahuan. Analisa data menggunakan uji Wilcocon dan Mann Whitney dengan p value <0,05. \nHasil: Hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah terapi pada kelompok remaja perempuan (p-value=0,002) dan kelompok remaja laki-laki (p-value=0,043). Remaja laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki pengaruh tetapi pengaruh yang terjadi tidaklah sesignifikan pada kelompok remaja perempuan. \nKesimpulan: Metode biblioterapi memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan baik pada kelompok remaja perempuan maupun remaja laki-laki, tetapi yang lebih memiliki pengaruh yaitu terhadap remaja perempuan, maka metode biblioterapi ini lebih efektif jika diberikan kepada kelompok remaja perempuan. Untuk itu disarankan agar mencari metode yang lebih tepat untuk kelompok remaja laki-laki. \nKata kunci: biblioterapi, HIV/AIDS, remaja perempuan, remaja laki-laki \n","PeriodicalId":103177,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-07-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA REMAJA MELALUI METODE BIBLIOTHERAPI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI PUSKESMAS PUGER JEMBER\",\"authors\":\"Iis Rahmawati, Dini Kurniawati, Murtaqib Murtaqib\",\"doi\":\"10.22435/KESPRO.V11I1.2977\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Abstract \\nBackground: HIV/AIDS cases are developing very rapidly throughout the world. The increase in cases of HIV/AIDS among adolescents is still related to the lack of knowledge of adolescents on HIV/AIDS. \\nObjective: This study aimed to describe the knowledge of adolescents on HIV/AIDS through bibliotherapy methods based on sex to contribute to program planners and decision makers in selecting methods in informing HIV/AIDS knowledge. \\nMethod: The study design was quasi experimental. The study location is in the working area of Puger Public Health Center. The study was conducted in July-September 2019. The sample in this study was 44 adolescents consisting of 22 respondents of male adolescents’ group and 22 respondents of female adolescents’ group using purposive sampling technique with inclusion criteria namely adolescents living in the work area of Puger Public Health Center, aged 16-17 years, adolescent boys and girls who are willing to be respondents, having no obstacle in reading and in good health. The study instrument used was questionnaire of knowledge. Data analysis used Wilcoxon and Mann Whitney test with p-value <0.05. \\nResults: The results of analysis showed significant differences before and after the therapy in the group of adolescent girls (p-value = 0.002) and adolescent boys (p-value = 0.043). Adolescent boys and girls both have an influence although the influence occurred was not as significant as those occurred in the group of adolescent girls. \\nConclusion: The method of bibliotherapy had an influence on increasing knowledge in both groups of adolescent girls and boys, yet more emphasis was found on adolescent girls, thus the bibliotherapy method is more effective if given to the groups of adolescent girls. Therefore, it is recommended to find a more appropriate method for groups of adolescent boys. \\nKeywords: bibliotherapy, HIV/AIDS, adolescent girls, adolescent boys \\n \\nAbstrak \\nLatar Belakang: Kasus HIV/AIDS berkembang sangat cepat di seluruh dunia. Peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja berkaitan dengan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. \\nTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS melalui metode biblioterapi ditinjau jenis kelamin untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi para perencana program dan pengambil keputusan dalam memilih metode penyampaian mengenai pengetahuan HIV/AIDS. \\nMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Puger. Penelitian dilakukan pada Bulan Juli-September 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang remaja yang terdiri dari 22 responden kelompok remaja laki-laki dan 22 responden kelompok remaja perempuan, dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu remaja tinggal di wilayah kerja Puskesmas Puger, berusia 16-17 tahun, remaja laki-laki dan perempuan yang bersedia menjadi responden, tidak memiliki hambatan dalam membaca serta dalam keadaan sehat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner pengetahuan. Analisa data menggunakan uji Wilcocon dan Mann Whitney dengan p value <0,05. \\nHasil: Hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah terapi pada kelompok remaja perempuan (p-value=0,002) dan kelompok remaja laki-laki (p-value=0,043). Remaja laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki pengaruh tetapi pengaruh yang terjadi tidaklah sesignifikan pada kelompok remaja perempuan. \\nKesimpulan: Metode biblioterapi memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan baik pada kelompok remaja perempuan maupun remaja laki-laki, tetapi yang lebih memiliki pengaruh yaitu terhadap remaja perempuan, maka metode biblioterapi ini lebih efektif jika diberikan kepada kelompok remaja perempuan. Untuk itu disarankan agar mencari metode yang lebih tepat untuk kelompok remaja laki-laki. \\nKata kunci: biblioterapi, HIV/AIDS, remaja perempuan, remaja laki-laki \\n\",\"PeriodicalId\":103177,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Kesehatan Reproduksi\",\"volume\":\"27 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2020-07-29\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Kesehatan Reproduksi\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.22435/KESPRO.V11I1.2977\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22435/KESPRO.V11I1.2977","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
背景:艾滋病毒/艾滋病病例在世界范围内迅速发展。青少年中艾滋病毒/艾滋病病例的增加仍然与青少年缺乏关于艾滋病毒/艾滋病的知识有关。目的:本研究旨在通过基于性别的阅读治疗方法描述青少年对HIV/AIDS的知识,为项目规划者和决策者选择HIV/AIDS知识的方法提供参考。方法:采用准实验设计。研究地点在Puger公共卫生中心的工作区域。该研究于2019年7月至9月进行。本研究的样本为44名青少年,其中男性青少年组22名,女性青少年组22名,采用有目的抽样方法,纳入标准为居住在普格尔公共卫生中心工作区域的16-17岁青少年,愿意成为被调查者的青少年男女,阅读无障碍,身体健康。研究工具为知识问卷。资料分析采用Wilcoxon和Mann Whitney检验,p值<0.05。结果:分析结果显示,青春期女孩组治疗前后与青春期男孩组治疗前后差异有统计学意义(p值= 0.002),p值= 0.043。青春期的男孩和女孩都有影响,尽管这种影响没有青春期的女孩那么显著。结论:阅读疗法对男女青少年群体的知识增长都有影响,但对女生群体的重视程度更高,因此对女生群体的阅读疗法效果更好。因此,建议寻找更适合青春期男孩群体的方法。关键词:阅读疗法,HIV/AIDS,青春期女孩,青春期男孩Peningkatan kasus艾滋病毒/艾滋病di kalangan remaja berkaitan dengan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang艾滋病毒/艾滋病。图胡安:Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengetahuan remajajang艾滋病毒/艾滋病melalui方法biblioterapi ditinjau jenis kelamin untuk成员kontribusi pemikiran bagi para perencana方案danpengambil keputusan dalam memilih方法penyampaan mengenai pengetahuan艾滋病毒/艾滋病。方法:Jenis penelitian拟实验。Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Puger。Penelitian dilakukan padan 2019年7月至9月。Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 22 respondkelompok remaja laki-laki dan 22 respondkelompok remaja laki-laki dan, dengankanpenknik penentuan sample menggunakan有目的的抽样,dengan标准,inklusi yitu remaja tinggal di wilayah kerja Puskesmas Puger, berberia 16-17 tahun, remaja laki-laki dan perempuan yang bersedia menjadi respond, tidak memoriliki hambatan dalam membaca serta dalam keadaan sehat。仪器仪表,杨迪古纳坎,阿达拉,左脑,彭格塔环。分析数据menggunakan uji Wilcocon dan Mann Whitney邓甘p值< 0.05。Hasil: Hasil analysis menunjukan perbedaan yang signfikan sebelum dan sesudah terapi pada kelompok remaja perempuan (p值= 0.002)dan kelompok remaja laki-laki (p值= 0.043)。这句话的意思是:“我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿。”kespulan: Metode biblioterapi memoriliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan baik pada kelompok remaja perempuan maupun remaja laki-laki, tetapi yang lebih memiliki pengaruh yitu terhadap remaja perempuan, maka metobiblioterapi ini lebih efektif jika diberikan kepada kelompok remaja perempuan。Untuk itu disarankan agar menari mede yang lebih tepat Untuk kelompok remaja laki-laki。Kata kunci: biblioterapi, HIV/AIDS, remaja perempuan, remaja laki-laki
PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA REMAJA MELALUI METODE BIBLIOTHERAPI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI PUSKESMAS PUGER JEMBER
Abstract
Background: HIV/AIDS cases are developing very rapidly throughout the world. The increase in cases of HIV/AIDS among adolescents is still related to the lack of knowledge of adolescents on HIV/AIDS.
Objective: This study aimed to describe the knowledge of adolescents on HIV/AIDS through bibliotherapy methods based on sex to contribute to program planners and decision makers in selecting methods in informing HIV/AIDS knowledge.
Method: The study design was quasi experimental. The study location is in the working area of Puger Public Health Center. The study was conducted in July-September 2019. The sample in this study was 44 adolescents consisting of 22 respondents of male adolescents’ group and 22 respondents of female adolescents’ group using purposive sampling technique with inclusion criteria namely adolescents living in the work area of Puger Public Health Center, aged 16-17 years, adolescent boys and girls who are willing to be respondents, having no obstacle in reading and in good health. The study instrument used was questionnaire of knowledge. Data analysis used Wilcoxon and Mann Whitney test with p-value <0.05.
Results: The results of analysis showed significant differences before and after the therapy in the group of adolescent girls (p-value = 0.002) and adolescent boys (p-value = 0.043). Adolescent boys and girls both have an influence although the influence occurred was not as significant as those occurred in the group of adolescent girls.
Conclusion: The method of bibliotherapy had an influence on increasing knowledge in both groups of adolescent girls and boys, yet more emphasis was found on adolescent girls, thus the bibliotherapy method is more effective if given to the groups of adolescent girls. Therefore, it is recommended to find a more appropriate method for groups of adolescent boys.
Keywords: bibliotherapy, HIV/AIDS, adolescent girls, adolescent boys
Abstrak
Latar Belakang: Kasus HIV/AIDS berkembang sangat cepat di seluruh dunia. Peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja berkaitan dengan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS melalui metode biblioterapi ditinjau jenis kelamin untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi para perencana program dan pengambil keputusan dalam memilih metode penyampaian mengenai pengetahuan HIV/AIDS.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Puger. Penelitian dilakukan pada Bulan Juli-September 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang remaja yang terdiri dari 22 responden kelompok remaja laki-laki dan 22 responden kelompok remaja perempuan, dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu remaja tinggal di wilayah kerja Puskesmas Puger, berusia 16-17 tahun, remaja laki-laki dan perempuan yang bersedia menjadi responden, tidak memiliki hambatan dalam membaca serta dalam keadaan sehat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner pengetahuan. Analisa data menggunakan uji Wilcocon dan Mann Whitney dengan p value <0,05.
Hasil: Hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah terapi pada kelompok remaja perempuan (p-value=0,002) dan kelompok remaja laki-laki (p-value=0,043). Remaja laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki pengaruh tetapi pengaruh yang terjadi tidaklah sesignifikan pada kelompok remaja perempuan.
Kesimpulan: Metode biblioterapi memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan baik pada kelompok remaja perempuan maupun remaja laki-laki, tetapi yang lebih memiliki pengaruh yaitu terhadap remaja perempuan, maka metode biblioterapi ini lebih efektif jika diberikan kepada kelompok remaja perempuan. Untuk itu disarankan agar mencari metode yang lebih tepat untuk kelompok remaja laki-laki.
Kata kunci: biblioterapi, HIV/AIDS, remaja perempuan, remaja laki-laki