{"title":"分析计算教学教学方法作为马德拉斯学习方法的满意度","authors":"Avin Wimar Budyastomo","doi":"10.51454/decode.v2i1.36","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pendidikan di Indonesia sudah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Ini terbukti banyaknya prestasi yang diukir anak bangsa di rancah nasional maupun internasional. Selanjutnya untuk terus meningkatkan prestasi belajar, maka perlu adanya perubahan metode dalam pembelajarannya, yakni dari LOTS (Low Order Thingking Skills) ke HOTS (High Order Thingking Skills) dengan menggunakan CT (Computational Thinking). Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang tingkat kepuasan dan kepahaman guru-guru madrasah di Kabupaten Boyolali tentang CT. Selanjutnya alasan dilakukan penelitian ini adalah ingin meningkatkan kemampuan guru-guru madrasah di Kabupaten Boyolali menggunakan metode CT dalam pembelajarannya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi lapangan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah: (1) paham dan mengerti tentang CT sebesar 80%; (2) Mengetahui 4 kompetensi abad 21 sebesar 89%; (3) mendapatkan informasi tentang CT dari internet sebesar 31%; (4) CT penting diterapkan di Madrasah sebesar 41%; (5) pengusaan CT dalam pembelajaran sebesar 56%, (6) pentingnya CT kepada anak sejak usia dini sebesar 62%; (7) penerapan CT kedalam kurikulum pembelajaran 41%; (8) perlu adanya pelatihan CT lebih lanjut sebesar 98%; (9) tingkat kepuasan guru-guru dalam CT sebesar 97%, dan 10). CT di madrasah belum diterapkan di kegiatan belajar dan mengajar sebesar 84%.","PeriodicalId":132551,"journal":{"name":"Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Analisis Kepuasan Implementasi Computational Thinking Sebagai Metode Pembelajaran Guru Madrasah\",\"authors\":\"Avin Wimar Budyastomo\",\"doi\":\"10.51454/decode.v2i1.36\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Pendidikan di Indonesia sudah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Ini terbukti banyaknya prestasi yang diukir anak bangsa di rancah nasional maupun internasional. Selanjutnya untuk terus meningkatkan prestasi belajar, maka perlu adanya perubahan metode dalam pembelajarannya, yakni dari LOTS (Low Order Thingking Skills) ke HOTS (High Order Thingking Skills) dengan menggunakan CT (Computational Thinking). Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang tingkat kepuasan dan kepahaman guru-guru madrasah di Kabupaten Boyolali tentang CT. Selanjutnya alasan dilakukan penelitian ini adalah ingin meningkatkan kemampuan guru-guru madrasah di Kabupaten Boyolali menggunakan metode CT dalam pembelajarannya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi lapangan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah: (1) paham dan mengerti tentang CT sebesar 80%; (2) Mengetahui 4 kompetensi abad 21 sebesar 89%; (3) mendapatkan informasi tentang CT dari internet sebesar 31%; (4) CT penting diterapkan di Madrasah sebesar 41%; (5) pengusaan CT dalam pembelajaran sebesar 56%, (6) pentingnya CT kepada anak sejak usia dini sebesar 62%; (7) penerapan CT kedalam kurikulum pembelajaran 41%; (8) perlu adanya pelatihan CT lebih lanjut sebesar 98%; (9) tingkat kepuasan guru-guru dalam CT sebesar 97%, dan 10). CT di madrasah belum diterapkan di kegiatan belajar dan mengajar sebesar 84%.\",\"PeriodicalId\":132551,\"journal\":{\"name\":\"Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi\",\"volume\":\"30 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-03-31\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.51454/decode.v2i1.36\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.51454/decode.v2i1.36","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Analisis Kepuasan Implementasi Computational Thinking Sebagai Metode Pembelajaran Guru Madrasah
Pendidikan di Indonesia sudah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Ini terbukti banyaknya prestasi yang diukir anak bangsa di rancah nasional maupun internasional. Selanjutnya untuk terus meningkatkan prestasi belajar, maka perlu adanya perubahan metode dalam pembelajarannya, yakni dari LOTS (Low Order Thingking Skills) ke HOTS (High Order Thingking Skills) dengan menggunakan CT (Computational Thinking). Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang tingkat kepuasan dan kepahaman guru-guru madrasah di Kabupaten Boyolali tentang CT. Selanjutnya alasan dilakukan penelitian ini adalah ingin meningkatkan kemampuan guru-guru madrasah di Kabupaten Boyolali menggunakan metode CT dalam pembelajarannya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi lapangan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah: (1) paham dan mengerti tentang CT sebesar 80%; (2) Mengetahui 4 kompetensi abad 21 sebesar 89%; (3) mendapatkan informasi tentang CT dari internet sebesar 31%; (4) CT penting diterapkan di Madrasah sebesar 41%; (5) pengusaan CT dalam pembelajaran sebesar 56%, (6) pentingnya CT kepada anak sejak usia dini sebesar 62%; (7) penerapan CT kedalam kurikulum pembelajaran 41%; (8) perlu adanya pelatihan CT lebih lanjut sebesar 98%; (9) tingkat kepuasan guru-guru dalam CT sebesar 97%, dan 10). CT di madrasah belum diterapkan di kegiatan belajar dan mengajar sebesar 84%.