Natasya Ardya Garini, Shafira Hasya Ramadhan, Istianah Nur Aliyyah, Syahrul Ramadhan, Ii Rafinda, Ellies Sukmawati
{"title":"EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DENGAN LOGIC MODEL DI DESA KADUDAMPIT, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT","authors":"Natasya Ardya Garini, Shafira Hasya Ramadhan, Istianah Nur Aliyyah, Syahrul Ramadhan, Ii Rafinda, Ellies Sukmawati","doi":"10.24198/responsive.v6i1.42757","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Dalam hal pengurangan angka kemiskinan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2007. Pada pelaksanaannya, terdapat kendala yang terjadi seperti kegiatan pertemuan bulanan dan pemutakhiran data yang belum berjalan sesuai dengan buku pedoman PKH. Hal ini yang mendasari perlunya evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Keluarga Harapan di Desa Kadudampit dengan pendekatan evaluasi logic model meliputi indikator inputs, outputs, dan outcomes-impact. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian evaluatif melalui pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan sumber data meliputi wawancara serta observasi. Ditinjau dari indikator inputs dapat disimpulkan bahwa kurangnya koordinasi antara pendamping PKH dengan ketua kelompok PKH. Teknologi yang digunakan adalah SIKS-NG dan e-PKH. Adapun mitra PKH di Desa Kadudampit, meliputi bank penyalur BNI, e-warong, sekolah, dan posyandu. Ditinjau dari indikator outputs dapat disimpulkan bahwa pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dan pertemuan kelompok belum berjalan kembali semenjak Covid-19. Adapun pada pemberian bantuan dana berupa dana telah tersalurkan dengan cukup baik walaupun seringkali tidak sesuai jadwal. Ditinjau dari indikator outcomes-impact disimpulkan bahwa bantuan PKH dapat mengurangi beban pengeluaran KPM. Namun, hal ini menyebabkan ketergantungan dimana banyak penerima yang belum melakukan graduasi mandiri dan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. In reducing poverty and improving human quality, the Family Hope Program (PKH) was published in 2007. In implementation, there were obstacles such as monthly meeting and data updating that had not been carried out in accordance with PKH guidebook. This underlies the need for program evaluation. This study aims to evaluate PKH implementation in Kadudampit Village with a logic model evaluation including inputs, outputs, and outcomes-impact indicators. The research method used is evaluative research through a qualitative approach and descriptive method with data sources including interviews and observations. The result from inputs indicators shows that the is the lack of coordination between PKH facilitators and PKH group leaders. The technology used is SIKS-NG and e-PKH. The PKH partners in Kadudampit Village include BNI banks, e-warongs, schools, and posyandu. The outputs indicators shows that family capacity building and group meetings have not resumed since Covid-19. As for the provision of financial assistance was done in the form of funds, the funds have been distributed quite well, although often not according to schedule. In terms of outcomes-impact indicators, it can be concluded that PKH assistance can reduce the burden of KPM spending. However, this causes dependence where many recipients prefer used it for daily needs rather than for self-graduation.","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-05-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"The Responsive community : rights and responsibilities","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24198/responsive.v6i1.42757","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Dalam hal pengurangan angka kemiskinan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2007. Pada pelaksanaannya, terdapat kendala yang terjadi seperti kegiatan pertemuan bulanan dan pemutakhiran data yang belum berjalan sesuai dengan buku pedoman PKH. Hal ini yang mendasari perlunya evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Keluarga Harapan di Desa Kadudampit dengan pendekatan evaluasi logic model meliputi indikator inputs, outputs, dan outcomes-impact. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian evaluatif melalui pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan sumber data meliputi wawancara serta observasi. Ditinjau dari indikator inputs dapat disimpulkan bahwa kurangnya koordinasi antara pendamping PKH dengan ketua kelompok PKH. Teknologi yang digunakan adalah SIKS-NG dan e-PKH. Adapun mitra PKH di Desa Kadudampit, meliputi bank penyalur BNI, e-warong, sekolah, dan posyandu. Ditinjau dari indikator outputs dapat disimpulkan bahwa pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dan pertemuan kelompok belum berjalan kembali semenjak Covid-19. Adapun pada pemberian bantuan dana berupa dana telah tersalurkan dengan cukup baik walaupun seringkali tidak sesuai jadwal. Ditinjau dari indikator outcomes-impact disimpulkan bahwa bantuan PKH dapat mengurangi beban pengeluaran KPM. Namun, hal ini menyebabkan ketergantungan dimana banyak penerima yang belum melakukan graduasi mandiri dan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. In reducing poverty and improving human quality, the Family Hope Program (PKH) was published in 2007. In implementation, there were obstacles such as monthly meeting and data updating that had not been carried out in accordance with PKH guidebook. This underlies the need for program evaluation. This study aims to evaluate PKH implementation in Kadudampit Village with a logic model evaluation including inputs, outputs, and outcomes-impact indicators. The research method used is evaluative research through a qualitative approach and descriptive method with data sources including interviews and observations. The result from inputs indicators shows that the is the lack of coordination between PKH facilitators and PKH group leaders. The technology used is SIKS-NG and e-PKH. The PKH partners in Kadudampit Village include BNI banks, e-warongs, schools, and posyandu. The outputs indicators shows that family capacity building and group meetings have not resumed since Covid-19. As for the provision of financial assistance was done in the form of funds, the funds have been distributed quite well, although often not according to schedule. In terms of outcomes-impact indicators, it can be concluded that PKH assistance can reduce the burden of KPM spending. However, this causes dependence where many recipients prefer used it for daily needs rather than for self-graduation.