A STUDY OF NEEDS: VIRTUAL REALITY-BASED MODEL IN FOSTERING THE NATIONALISM CHARACTER IN PRIMARY SCHOOL

Freddy Widya Ariesta, Bunyamin Maftuh, Sapriya Sapriya, Ernawulan Syaodih
{"title":"A STUDY OF NEEDS: VIRTUAL REALITY-BASED MODEL IN FOSTERING THE NATIONALISM CHARACTER IN PRIMARY SCHOOL","authors":"Freddy Widya Ariesta, Bunyamin Maftuh, Sapriya Sapriya, Ernawulan Syaodih","doi":"10.31949/jcp.v9i4.6441","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"In today's digital era, education faces challenges and opportunities to integrate technology in the learning process to provide a deeper and more meaningful experience for students. With this background, this study was conducted to investigate the level of nationalism of elementary school students and evaluate the potential and need for learning models based on Virtual Reality (VR). This research involved the participation of 203 students and 12 teachers from grades 4 to 6 in 10 elementary schools located in West Jakarta. Through a specially designed questionnaire, data is collected and then analyzed using quantitative methods. The results of the analysis show that only 48.7% of students show strong characteristics of nationalism, while the other 51.3% appear to lack these characteristics. Apart from that, from the educator side, as many as 84.7% of teachers expressed support and an urgent need for the adoption of VR-based learning models. Based on these findings, this research recommends the development and implementation of a VR-based learning model which aims to increase understanding and appreciation of nationalist values among students. It is hoped that through the integration of educational content with VR technology, students can experience a more immersive, interesting, and effective learning experience in building a sense of nationalism. Di era pendidikan saat ini, paradigma pembelajaran membutuhkan model yang menggabungkan teknologi untuk menciptakan kesempatan belajar yang signifikan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana sifat-sifat nasionalis yang ditunjukkan oleh siswa sekolah dasar dan mengevaluasi perlunya model pembelajaran berdasarkan realitas virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan sampel 203 siswa dan 12 guru dari kelas 4-6 di sebuah sekolah dasar di Jakarta Barat. Penggunaan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, dengan menyajikan hasil dalam bentuk deskriptif persentase. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar kelas 4-6 relatif rendah, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan dari 203 partisipan. Data menunjukkan bahwa hanya 48,7% dari partisipan yang mempunyai karakter nasionalisme, sementara 51,3% sisanya yang terdiri dari 104 siswa belum memiliki karakter nasionalisme. Sehingga berdasarkan studi pendahuluan terkait dengan analisis kebutuhan penelitian tentang perlunya model pembelajaran berbasis virtual reality, sebagian besar guru di sekolah dasar, yaitu sekitar 84,7%, menyatakan perlunya model pembelajaran tersebut. Penelitian ini mengusulkan model pembelajaran berbasis virtual reality yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui integrasi konten media virtual reality yang beragam, menarik dan memberikan pengalaman imersif. Tujuan akhirnya adalah untuk membangun rasa nasionalisme siswa di sekolah.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Cakrawala Pendas","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31949/jcp.v9i4.6441","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

In today's digital era, education faces challenges and opportunities to integrate technology in the learning process to provide a deeper and more meaningful experience for students. With this background, this study was conducted to investigate the level of nationalism of elementary school students and evaluate the potential and need for learning models based on Virtual Reality (VR). This research involved the participation of 203 students and 12 teachers from grades 4 to 6 in 10 elementary schools located in West Jakarta. Through a specially designed questionnaire, data is collected and then analyzed using quantitative methods. The results of the analysis show that only 48.7% of students show strong characteristics of nationalism, while the other 51.3% appear to lack these characteristics. Apart from that, from the educator side, as many as 84.7% of teachers expressed support and an urgent need for the adoption of VR-based learning models. Based on these findings, this research recommends the development and implementation of a VR-based learning model which aims to increase understanding and appreciation of nationalist values among students. It is hoped that through the integration of educational content with VR technology, students can experience a more immersive, interesting, and effective learning experience in building a sense of nationalism. Di era pendidikan saat ini, paradigma pembelajaran membutuhkan model yang menggabungkan teknologi untuk menciptakan kesempatan belajar yang signifikan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana sifat-sifat nasionalis yang ditunjukkan oleh siswa sekolah dasar dan mengevaluasi perlunya model pembelajaran berdasarkan realitas virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan sampel 203 siswa dan 12 guru dari kelas 4-6 di sebuah sekolah dasar di Jakarta Barat. Penggunaan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, dengan menyajikan hasil dalam bentuk deskriptif persentase. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar kelas 4-6 relatif rendah, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan dari 203 partisipan. Data menunjukkan bahwa hanya 48,7% dari partisipan yang mempunyai karakter nasionalisme, sementara 51,3% sisanya yang terdiri dari 104 siswa belum memiliki karakter nasionalisme. Sehingga berdasarkan studi pendahuluan terkait dengan analisis kebutuhan penelitian tentang perlunya model pembelajaran berbasis virtual reality, sebagian besar guru di sekolah dasar, yaitu sekitar 84,7%, menyatakan perlunya model pembelajaran tersebut. Penelitian ini mengusulkan model pembelajaran berbasis virtual reality yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui integrasi konten media virtual reality yang beragam, menarik dan memberikan pengalaman imersif. Tujuan akhirnya adalah untuk membangun rasa nasionalisme siswa di sekolah.
需求研究:基于虚拟现实的小学民族主义品格培养模式
在当今的数字时代,教育面临着挑战和机遇,将技术融入学习过程,为学生提供更深入、更有意义的体验。在此背景下,本研究旨在调查小学生的民族主义水平,并评估基于虚拟现实(VR)的学习模式的潜力和需求。本研究涉及雅加达西部10所小学4至6年级的203名学生和12名教师。通过专门设计的问卷,收集数据,然后用定量的方法进行分析。分析结果表明,只有48.7%的学生表现出强烈的民族主义特征,而其他51.3%的学生似乎缺乏这些特征。此外,在教育工作者方面,高达84.7%的教师表示支持和迫切需要采用虚拟现实学习模式。基于这些发现,本研究建议开发和实施一种基于虚拟现实的学习模式,旨在提高学生对民族主义价值观的理解和欣赏。希望通过教育内容与VR技术的融合,让学生在构建民族主义意识的过程中,体验到更加身临其境、有趣、有效的学习体验。diera pendidikan saat ini, paradigm penbelajan membutuhkan model yang menggabungkan技术,menmentakan kesempatan belajan yang意义非凡。Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana sitat -sifat nasionalis yang ditunjukkan oleh siswa sekolah dasar dan mengevaluasi perlunya model penbelajaran berdasarkan realitas virtual。Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan样本203 siswa dan 12 guru dari kelas 4-6 di sebuah sekolah dasar di Jakarta Barat。彭家南地区的负责人sebagai对彭家南人口数据进行了分析。数据阳双透光透光分析技术定性,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高,登高登高。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。数据menunjukkan bahwa hanya 48,7% dari partisipan yang mempunyai karakter nationalism, sementara 51,3% sisanya yang terdiri dari 104 siswa belum memiliki karakter nationalism。基于虚拟现实,sebagian besar guru di sekolah dasar, yyitu sekitar 84,7%, menyatakan perlunya模型penbelajaran tersebut。Penelitian ini mengusulkan模型penbelajaran berbase虚拟现实yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui integrasi konten媒体虚拟现实yang beragam, menarik dan memberikan pengalaman沉浸。图胡安·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚·阿齐尔尼亚
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
56
审稿时长
8 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信