Yeni Muriani Zulaida, M. E. Cahyonugroho, Tiara Triana
{"title":"Pengaruh Kecepatan Pengadukan terhadap Distribusi Partikel Penguat pada Komposit Al-Al2O3 dengan Metoda Stir Casting","authors":"Yeni Muriani Zulaida, M. E. Cahyonugroho, Tiara Triana","doi":"10.36055/FWL.V0I0.5201","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Komposit bermatrik aluminium memiliki sifat mekanik dan ketahanan korosi yang baik dibandingkan dengan paduan aluminium tanpa penguat. Salah satu metode untuk membuat komposit adalah dengan metode stir casting. Komposit bermatrik aluminium diperkuat dengan partikel Al 2 O 3 ukuran mikro dan nano digunakan pada aplikasi dengan performa tinggi, misalnya pada piringan rem (disc brakes) dan batang penghubung (connecting rods) pada automotif. Dalam penelitian ini, dalam rangka meningkatkan nilai kekerasan dan distribusi partikel penguat dalam komposit dengan metode stir casting , penggunaan persen berat Al 2 O 3 dan kecepatan putar pengadukan divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai yang ingin dicari. Uji kekerasan brinell dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan pada komposit yang telah divariasikan persen berat Al 2 O 3 (5%, 10%, dan 15%) dan kecepatan putar pengadukannya (600 rpm, 800 rpm, dan 1000 rpm). Pengujian metalografi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) untuk mendapatkan detail gambar struktur mikro komposit, hasil gambar struktur mikro lalu diolah menggunakan software “ImageJ” untuk mengetahui distribusi partikel. Distribusi partikel dikaitkan dengan nilai persentase area terhitung partikel penguat dan jumlah partikel terhadap ukuran partikel yang ada pada masing-masing komposit. Pengujian analisis kimia dilakukan dengan menggunakan x-ray diffraction (XRD) dan energy dispersive spectroscopy (EDS) . Penggunaan XRD dilakukan untuk mengetahui keberadaan unsur Al karena sebagai material matrik, dan Al 2 O 3 karena sebagai material penguat. Sedangkan penggunaan EDS dilakukan untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat pada komposit.","PeriodicalId":118131,"journal":{"name":"FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta","volume":"260 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-03-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.36055/FWL.V0I0.5201","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Komposit bermatrik aluminium memiliki sifat mekanik dan ketahanan korosi yang baik dibandingkan dengan paduan aluminium tanpa penguat. Salah satu metode untuk membuat komposit adalah dengan metode stir casting. Komposit bermatrik aluminium diperkuat dengan partikel Al 2 O 3 ukuran mikro dan nano digunakan pada aplikasi dengan performa tinggi, misalnya pada piringan rem (disc brakes) dan batang penghubung (connecting rods) pada automotif. Dalam penelitian ini, dalam rangka meningkatkan nilai kekerasan dan distribusi partikel penguat dalam komposit dengan metode stir casting , penggunaan persen berat Al 2 O 3 dan kecepatan putar pengadukan divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai yang ingin dicari. Uji kekerasan brinell dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan pada komposit yang telah divariasikan persen berat Al 2 O 3 (5%, 10%, dan 15%) dan kecepatan putar pengadukannya (600 rpm, 800 rpm, dan 1000 rpm). Pengujian metalografi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) untuk mendapatkan detail gambar struktur mikro komposit, hasil gambar struktur mikro lalu diolah menggunakan software “ImageJ” untuk mengetahui distribusi partikel. Distribusi partikel dikaitkan dengan nilai persentase area terhitung partikel penguat dan jumlah partikel terhadap ukuran partikel yang ada pada masing-masing komposit. Pengujian analisis kimia dilakukan dengan menggunakan x-ray diffraction (XRD) dan energy dispersive spectroscopy (EDS) . Penggunaan XRD dilakukan untuk mengetahui keberadaan unsur Al karena sebagai material matrik, dan Al 2 O 3 karena sebagai material penguat. Sedangkan penggunaan EDS dilakukan untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat pada komposit.