UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS VI-B MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO ( TAPE – RECORDER ) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEMESTER GANJIL SD NEGERI 157015 KEBUN PISANG KECAMATAN BADIRI KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2018/2019
{"title":"UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS VI-B MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO ( TAPE – RECORDER ) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEMESTER GANJIL SD NEGERI 157015 KEBUN PISANG KECAMATAN BADIRI KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2018/2019","authors":"Helga Helga","doi":"10.31604/JIPS.V6I1.2019.82-87","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Melihat tingkat Kemampuan Menyimak belajar siswa yang masih rendah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia diperlukan adanya perhatian guru yang lebih terhadap siswa, 1). apakah penerapan metode Belajar dengan mengunakan media audio pada siswa Kelas VI-B SD Negeri 157015 Kebun Pisang dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa ? 2). Bagaimanakah penerapan metode Belajar dengan mengunakan media audio untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di Kelas VI-B SD Negeri 157015 Kebun Pisang ? 1).Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan menyimak siswa dapat ditingkatkan melalui Penggunaan media audio ( Tape–Recorder) di kelas VI-B SD Negeri 157015 Kebun Pisang Kabupaten Tapanuli Tengah. Prosedur Penelitian ini meliputi 2 Siklus dimana setiap siklus terdiri atas Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 157015 Kebun Pisang, dengan obyek penelitian siswa kelas VI-B yang berjumlah 29 orang siswa yang terdiri atas 16 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan pembelajaran metode Belajar media audio dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dengan nilai Pada Siklus I Siswa sebesar 63,39 % dengan nilai rata – rata 6,34. Sedangkan Pada siklus II siswa yang mengungkapkan isi cerita meningkat menjadi 91,96 % dengan nilai rata – rata sebesar 9,19.","PeriodicalId":317993,"journal":{"name":"NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31604/JIPS.V6I1.2019.82-87","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Melihat tingkat Kemampuan Menyimak belajar siswa yang masih rendah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia diperlukan adanya perhatian guru yang lebih terhadap siswa, 1). apakah penerapan metode Belajar dengan mengunakan media audio pada siswa Kelas VI-B SD Negeri 157015 Kebun Pisang dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa ? 2). Bagaimanakah penerapan metode Belajar dengan mengunakan media audio untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di Kelas VI-B SD Negeri 157015 Kebun Pisang ? 1).Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan menyimak siswa dapat ditingkatkan melalui Penggunaan media audio ( Tape–Recorder) di kelas VI-B SD Negeri 157015 Kebun Pisang Kabupaten Tapanuli Tengah. Prosedur Penelitian ini meliputi 2 Siklus dimana setiap siklus terdiri atas Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 157015 Kebun Pisang, dengan obyek penelitian siswa kelas VI-B yang berjumlah 29 orang siswa yang terdiri atas 16 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan pembelajaran metode Belajar media audio dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dengan nilai Pada Siklus I Siswa sebesar 63,39 % dengan nilai rata – rata 6,34. Sedangkan Pada siklus II siswa yang mengungkapkan isi cerita meningkat menjadi 91,96 % dengan nilai rata – rata sebesar 9,19.