{"title":"Exploring The Effectiveness of Allium Sativum L extract as Aedes aegypty Larvacide","authors":"Sri evi Newyearsi, Siti dwi Munawaroh","doi":"10.20884/1.iphj.2021.2.1.2678","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih endemis di Indonesia. DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, seperti Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Aedes aegypti adalah vektor penyakit DBD yang paling banyak ditemukan (Najmah, 2016). Bawang putih (Allium sativum. L) di percaya dapat mengusir atau menghambat bahkan membunuh larva nyamuk Aedes aegypti karena bawang putih memiliki aroma yang menyengat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Larva Aedes aegypti yang digunakan adalah larva instar I-IV yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan larva Aedes aegypti diberi ekstrak bawang putih dengan 5 konsentrasi yaitu 0,10% (0,2 mL ekstrak + 200 mL air), 0,20% (0,4 mL ekstrak + 200 mL air), 0,30% (0,6 mL ekstrak + 200 mL air) , 0,40% (0,8 mL ekstrak + 200 mL air) dan 0,50% (1 mL ekstrak + 200 mL air), sedangkan pada kelompok kontrol hanya diberi 200 mL air mineral. Luaran yang ditargetkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi pemegang program penyakit tular vektor dalam pengendalian jumlah nyamuk penyebab penyakit di lingkungan masyarakat dengan melakukan pemberantasan pada larva nyamuk menggunakan bahan insektisida nabati yaitu bawang putih ((Allium sativum. L) sebagai pengganti insektisida sintetis (abate).","PeriodicalId":292221,"journal":{"name":"Insights in Public Health Journal","volume":"258 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Insights in Public Health Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20884/1.iphj.2021.2.1.2678","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih endemis di Indonesia. DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, seperti Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Aedes aegypti adalah vektor penyakit DBD yang paling banyak ditemukan (Najmah, 2016). Bawang putih (Allium sativum. L) di percaya dapat mengusir atau menghambat bahkan membunuh larva nyamuk Aedes aegypti karena bawang putih memiliki aroma yang menyengat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Larva Aedes aegypti yang digunakan adalah larva instar I-IV yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan larva Aedes aegypti diberi ekstrak bawang putih dengan 5 konsentrasi yaitu 0,10% (0,2 mL ekstrak + 200 mL air), 0,20% (0,4 mL ekstrak + 200 mL air), 0,30% (0,6 mL ekstrak + 200 mL air) , 0,40% (0,8 mL ekstrak + 200 mL air) dan 0,50% (1 mL ekstrak + 200 mL air), sedangkan pada kelompok kontrol hanya diberi 200 mL air mineral. Luaran yang ditargetkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi pemegang program penyakit tular vektor dalam pengendalian jumlah nyamuk penyebab penyakit di lingkungan masyarakat dengan melakukan pemberantasan pada larva nyamuk menggunakan bahan insektisida nabati yaitu bawang putih ((Allium sativum. L) sebagai pengganti insektisida sintetis (abate).
登革热(登革热)是印尼最常见的传染病之一。登革热是一种由登革热病毒引起的急性发热疾病,它通过埃及白斑或白斑伊蚊等蚊子叮咬进入人体循环。埃及Aedes是登革热最常见的病源(Najmah, 2016)。大蒜(大蒜)。L)认为,由于大蒜散发出浓浓的香味,这种驱蚊剂可以排出或抑制甚至杀死埃及伊蚊幼虫。本研究旨在研究大蒜提取物作为埃及拉瓦德杀虫剂的效力。使用的研究方法是基于post test only control group design的伪实验。埃及幼虫使用的是instar I-IV幼虫,分为治疗组和控制组。组织的蚊幼虫待遇得到了大蒜提取物的浓度5 0,10% (0.2 mL + 200毫升水),0,20%提取物(+ 0.4 mL提取200毫升水),0,30% (+ 0.6 mL提取200毫升水),0,40% (+ 0.8 mL提取200毫升水)和0,50% (1 mL + 200毫升水提取物),而在对照组只有得到了200毫升的矿泉水。本研究的目标Luaran区域可以通过使用大蒜(Allium sativum)杀虫剂(Allium sativum)消灭蚊子幼虫,用于控制社区致病性蚊子数量。L)代替合成杀虫剂。