DETERMINAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA LABUH KABUPATEN SOLOK SELATAN

Resty Noflidaputri, Gusti Reni, Mila Sari
{"title":"DETERMINAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA LABUH KABUPATEN SOLOK SELATAN","authors":"Resty Noflidaputri, Gusti Reni, Mila Sari","doi":"10.32883/hcj.v7i2.1971","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Wasting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena memiliki dampak yang besar karena menyangkut kualitas modal sumber daya manusia di masa mendatang.Dari Laporan Puskesmas Muara Labuh bulan Agustus tahun 2021 jumlah balita kurus 78 orang (3,39%) dari 2300 balita yang ditimbang.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Determinan Faktor Penyebab Kejadian Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini survey analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 - Maret 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh.  Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Balita Wasting yang berdomisili di wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh berjumlah 78 orang.  Sampel  dalam penelitian ini dengan teknik sampel Purposive Sampling. sampel yang digunakan 100 orang (50 kasus dan 50 kontrol), serta instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan dianalisis dengan univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 54 responden (55%) sudah memiliki pola makan yang baik, 67 responden (67%) tidak memiliki penyakit diare, 55 responden (55%) sudah memiliki sanitasi yang memenuhi syarat, 56 responden (56%) memiliki pola asuh yang kurang baik. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola makan(p=0,002; OR =41,00), Sanitasi(p=0,0001 ;OR=19,452), Pola Asuh (p=0,002; OR = 10,630) dan penyakit infeksi(p=0,002 ; OR=10,630.Disimpulkan Pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian wasting dengan OR = 41,00.Diharapkan kepada ibu lebih memperhatikan asupan gizi untuk anak mereka sehingga gizi pada anak terpenuhi.","PeriodicalId":337834,"journal":{"name":"Human Care Journal","volume":"26 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-08-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Human Care Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.32883/hcj.v7i2.1971","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Wasting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena memiliki dampak yang besar karena menyangkut kualitas modal sumber daya manusia di masa mendatang.Dari Laporan Puskesmas Muara Labuh bulan Agustus tahun 2021 jumlah balita kurus 78 orang (3,39%) dari 2300 balita yang ditimbang.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Determinan Faktor Penyebab Kejadian Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini survey analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 - Maret 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh.  Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Balita Wasting yang berdomisili di wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh berjumlah 78 orang.  Sampel  dalam penelitian ini dengan teknik sampel Purposive Sampling. sampel yang digunakan 100 orang (50 kasus dan 50 kontrol), serta instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan dianalisis dengan univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 54 responden (55%) sudah memiliki pola makan yang baik, 67 responden (67%) tidak memiliki penyakit diare, 55 responden (55%) sudah memiliki sanitasi yang memenuhi syarat, 56 responden (56%) memiliki pola asuh yang kurang baik. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola makan(p=0,002; OR =41,00), Sanitasi(p=0,0001 ;OR=19,452), Pola Asuh (p=0,002; OR = 10,630) dan penyakit infeksi(p=0,002 ; OR=10,630.Disimpulkan Pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian wasting dengan OR = 41,00.Diharapkan kepada ibu lebih memperhatikan asupan gizi untuk anak mereka sehingga gizi pada anak terpenuhi.
浪费是一个重要的公共卫生问题,因为它对未来人力资源资本的质量有着巨大的影响。根据2010年8月21日中央河口报告,2300名幼儿中78人瘦(3.39%)。本研究的目的是确定在南部索洛克摄政普斯马斯河口工作地区发生意外的因素。这是一种带有案例控制设计的分析调查。该研究于2021年7月至2022年3月在普斯马斯河口工作地点进行。这项研究的人口包括在Puskesmas渔场居住的所有初中生,共78人。本研究采用采样技术进行样本研究。100人使用的样本(50例病例和50个控制),以及使用的工具是单变量和双变量与chi-square测试的调查和分析。研究表明,超过一半的受访者(55%)已经有良好的饮食习惯,67名受访者(67%)没有腹泻病,55名受访者(55%)已经有了适当的卫生条件,56名受访者(56%)的教养不佳。统计测试表明,饮食(p= 0.002;或= 41.00)、卫生(p= 0.0001;或= 19.452)、教养(p= 0.002;或= 10.630)及传染病(p= 0.002;或者= 10,630。推论饮食是最具影响的变量希望母亲们更关心孩子的营养摄入量,这样孩子的营养就会得到满足。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信