{"title":"IMPLEMENTASI PROGRAM DAN ALTERNATIF STRATEGI MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN BAYI BERBASIS SOSIAL BUDAYA","authors":"Yulfira Media","doi":"10.22435/kespro.v10i1.453","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract \nBackground: One of the problems and strategic issues of regional development in West Sumatra Province is the high infant mortality rate (IMR). \nObjective: an overview of the implementation of programs and constraints related to maternal and child health services and the formulation of alternative strategies for reducing socio-cultural based IMR. \nMethods: The study was conducted in 10 districts/cities in West Sumatra Province with qualitative methods. Research informants: mothers with infant mortality cases; pregnant women/child; traditional birth attendant; public figure; stake holders. Research themes; program implementation; performance coverage and constraints; alternative strategies to reduce IMR based on social culture. Data analysis with content analysis and SWOT analysis. \nResults: Barriers to the implementation of programs/activities to reduce IMR are: low access to health services; socio-cultural problems in the utilization of health services. Alternative efforts to reduce IMR based on socio-culture through health promotion strategies and community empowerment as well as strengthening the capacity of health resources that have the competency and based on local socio-culture. \nConclusion: Socio-cultural barriers in West Sumatra are still limited knowledge, the existence of habits and community beliefs related to maternal/child health. The results of the SWOT analysis as an alternative strategy are health promotion and community empowerment and strengthening the capacity of health resources that have the competence and are based on local socio-culture. \nKey words: strategy, social culture, infant mortality \nAbstrak \nLatar Belakang: Salah satu masalah dan isu srategis pembangunan daerah Provinsi Sumatera Barat adalah masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB). \nTujuan: gambaran pelaksanaan program dan hambatan terkait pelayanan kesehatan ibu dan anak serta perumusan alternatif strategi upaya penurunan AKB berbasis sosial budaya. \nMetode: Penelitian dilaksanakan pada 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat dengan metode kualitatif (Focus Group Discussion, wawancara mendalam dan observasi). Informan penelitian: ibu dengan kasus kematian bayi; ibu hamil/balita; dukun beranak; tokoh masyarakat; dan pemegang program. Tema penelitian; pelaksanaan program/kegiatan; output kinerja program dan hambatannya; alternatif strategi dalam upaya menurunkan AKB berbasis sosial budaya. Analisis data dengan content analysis dan analisis SWOT. \nHasil: Hambatan pelaksanaan program/kegiatan penurunan AKB adalah: belum optimalnya akses layanan kesehatan; masalah sosial budaya dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Alternatif upaya penurunan AKB berbasis sosial budaya melalui strategi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat serta penguatan kapasitas sumber daya kesehatan yang mempunyai kompetensi dan berbasis sosial budaya lokal. \nKesimpulan: Hambatan sosial budaya di Sumatera Barat adalah masih terbatasnya pengetahuan, adanya kebiasaan serta kepercayaan masyarakat terkait dengan kesehatan ibu/bayi. Hasil analisis SWOT sebagai strategi alternatif adalah promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya kesehatan yang mempunyai kompetensi serta berbasis sosial budaya lokal. \n \nKata kunci: strategi, sosial budaya, kematian bayi","PeriodicalId":103177,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22435/kespro.v10i1.453","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Abstract
Background: One of the problems and strategic issues of regional development in West Sumatra Province is the high infant mortality rate (IMR).
Objective: an overview of the implementation of programs and constraints related to maternal and child health services and the formulation of alternative strategies for reducing socio-cultural based IMR.
Methods: The study was conducted in 10 districts/cities in West Sumatra Province with qualitative methods. Research informants: mothers with infant mortality cases; pregnant women/child; traditional birth attendant; public figure; stake holders. Research themes; program implementation; performance coverage and constraints; alternative strategies to reduce IMR based on social culture. Data analysis with content analysis and SWOT analysis.
Results: Barriers to the implementation of programs/activities to reduce IMR are: low access to health services; socio-cultural problems in the utilization of health services. Alternative efforts to reduce IMR based on socio-culture through health promotion strategies and community empowerment as well as strengthening the capacity of health resources that have the competency and based on local socio-culture.
Conclusion: Socio-cultural barriers in West Sumatra are still limited knowledge, the existence of habits and community beliefs related to maternal/child health. The results of the SWOT analysis as an alternative strategy are health promotion and community empowerment and strengthening the capacity of health resources that have the competence and are based on local socio-culture.
Key words: strategy, social culture, infant mortality
Abstrak
Latar Belakang: Salah satu masalah dan isu srategis pembangunan daerah Provinsi Sumatera Barat adalah masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB).
Tujuan: gambaran pelaksanaan program dan hambatan terkait pelayanan kesehatan ibu dan anak serta perumusan alternatif strategi upaya penurunan AKB berbasis sosial budaya.
Metode: Penelitian dilaksanakan pada 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat dengan metode kualitatif (Focus Group Discussion, wawancara mendalam dan observasi). Informan penelitian: ibu dengan kasus kematian bayi; ibu hamil/balita; dukun beranak; tokoh masyarakat; dan pemegang program. Tema penelitian; pelaksanaan program/kegiatan; output kinerja program dan hambatannya; alternatif strategi dalam upaya menurunkan AKB berbasis sosial budaya. Analisis data dengan content analysis dan analisis SWOT.
Hasil: Hambatan pelaksanaan program/kegiatan penurunan AKB adalah: belum optimalnya akses layanan kesehatan; masalah sosial budaya dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Alternatif upaya penurunan AKB berbasis sosial budaya melalui strategi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat serta penguatan kapasitas sumber daya kesehatan yang mempunyai kompetensi dan berbasis sosial budaya lokal.
Kesimpulan: Hambatan sosial budaya di Sumatera Barat adalah masih terbatasnya pengetahuan, adanya kebiasaan serta kepercayaan masyarakat terkait dengan kesehatan ibu/bayi. Hasil analisis SWOT sebagai strategi alternatif adalah promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya kesehatan yang mempunyai kompetensi serta berbasis sosial budaya lokal.
Kata kunci: strategi, sosial budaya, kematian bayi
背景:婴儿死亡率高是西苏门答腊省区域发展面临的问题和战略问题之一。目标:概述与妇幼保健服务有关的方案和制约因素的实施情况,并制定减少基于社会文化的死亡率的替代战略。方法:采用定性方法在西苏门答腊省10个区(市)进行研究。研究对象:有婴儿死亡病例的母亲;孕妇/孩子;传统助产士;公众人物;股份持有人。研究主题;项目实施;性能覆盖范围和约束;基于社会文化的降低IMR的替代策略。数据分析包括内容分析和SWOT分析。结果:实施减少疾病死亡率规划/活动的障碍是:获得卫生服务的机会少;利用保健服务中的社会文化问题。在社会文化基础上,通过促进健康战略和增强社区权能,以及加强具有能力和基于当地社会文化的卫生资源的能力,努力减少死亡率。结论:西苏门答腊的社会文化障碍仍然是与孕产妇/儿童健康有关的有限知识、存在的习惯和社区信仰。作为一种替代战略,SWOT分析的结果是促进健康和赋予社区权力,并加强具有能力并以当地社会文化为基础的卫生资源的能力。【关键词】策略,社会文化,婴儿死亡率【关键词】策略,社会文化,婴儿死亡率【关键词】策略,婴儿死亡率,社会文化,婴儿死亡率】图juan: gambaran pelaksanaan program dan hambatan terkait pelayanan kesehatan ibu dan anakanan serta peruman替代战略,以AKB为基础的社会budaya。方法:Penelitian dilaksanakan pada 10 Kabupaten/Kota di Provinsi sumata Barat dengan方法定性(焦点小组讨论,wawancara mendalam dan observasi)。信息penelitian: bubudenan kasus kematian bayi;伊布·hamil / balita;dukun beranak;tokoh步伐;但裴乃刚节目。特马penelitian;pelaksanaan程序/ kegiatan;输出kinerja程序Dan hambatannya;AKB以社会budaya为基础。分析数据、分析内容、分析SWOT。哈西尔:Hambatan pelaksanaan程序/kegiatan penurunan AKB adalah: belum optimalnya akses layanan kesehatan;Masalah社会budaya dalam pmanfaatan pelayanan kesehatan ibu Dan anak。选择upaya penuruna和AKB基于社会budaya melalui策略,promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat serta penguin和kapasitas sumber daya kesehatan yang mempunyai kompetensi和berbasis social budaya local。答:Hambatan social budaya di sumata Barat adalah masih terbatasnya pengetahuan, adanya kebiasaan serta kepercayaan masyarakat terkait dengan kesehatan ibu/bayi。Hasil分析了SWOT策略,选择了adalah、promosi、kesehatan、penberdayaan、masyarakat、penguin、kapasitas、suma、kesehatan、yang、mempunyai、kompetensi、seras、social budaya、locala。策略,社会budaya, kematian bayi