Prevalensi Hasil Pemeriksaan HBsAg dan Anti HBs pada PSK (Pekerja Seks Komersial)

Djoko Priyatno, Nurul Qomariyah
{"title":"Prevalensi Hasil Pemeriksaan HBsAg dan Anti HBs pada PSK (Pekerja Seks Komersial)","authors":"Djoko Priyatno, Nurul Qomariyah","doi":"10.31983/jlm.v1i2.5453","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pekerja seks komersial merupakan kelompok risiko tinggi infeksi PMS (HIV-AIDS, Sifilis, Gonorhoe dan Hepatitis-B). Penularan VHB 100x lebih cepat dari virus HIV. Diagnosis HBsAg dan Anti HBs merupakan petanda infeksi VHB yang dapat dideteksi minimal 2 minggu sebelum gejala klinik muncul. Angka kejadian IMS kota Semarang (tahun 2012) tertinggi pada Resosialisasi Argorejo kota Semarang sebanyak 1.623 kasus. Monitoring penyakit Hepatitis B pada PSK Resosialisasi belum menjadi pemeriksaan rutin. Rumusan permasalahan penelitian adalah “Bagaimana Prevalensi hasil pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs pada PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang?”. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik  dengan rancangan cross sectional. Spesimen penelitian adalah darah vena PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang yang periksa monitoring HIV-AIDS pada  bulan  Agustus-September 2015. Pengambilan sampel secara total sampling untuk pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs secara imunoserologis metode strip. Analisis hubungan antara faktor pejamu dengan HBsAg dan Anti-HBs menggunakan uji statistik spearman’s test. Nilai negatif pada hasil pemeriksaan HBsAg sedangkan prosentase Anti-HBs PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang sejumlah 29%. Tidak ada hubungan antara faktor usia, pendidikan dan pengetahuan dengan hasil pemeriksaan Anti-HBs. Ada hubungan antara perilaku seksual dengan hasil pemeriksaan Anti-HBs. Diperlukan peningkatan regulasi penapisan dan imunisasi infeksi Hepatitis-B pada komunitas Resosialisasi Argorejo Kota Semarang.","PeriodicalId":232833,"journal":{"name":"Jaringan Laboratorium Medis","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-12-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jaringan Laboratorium Medis","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31983/jlm.v1i2.5453","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Pekerja seks komersial merupakan kelompok risiko tinggi infeksi PMS (HIV-AIDS, Sifilis, Gonorhoe dan Hepatitis-B). Penularan VHB 100x lebih cepat dari virus HIV. Diagnosis HBsAg dan Anti HBs merupakan petanda infeksi VHB yang dapat dideteksi minimal 2 minggu sebelum gejala klinik muncul. Angka kejadian IMS kota Semarang (tahun 2012) tertinggi pada Resosialisasi Argorejo kota Semarang sebanyak 1.623 kasus. Monitoring penyakit Hepatitis B pada PSK Resosialisasi belum menjadi pemeriksaan rutin. Rumusan permasalahan penelitian adalah “Bagaimana Prevalensi hasil pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs pada PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang?”. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik  dengan rancangan cross sectional. Spesimen penelitian adalah darah vena PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang yang periksa monitoring HIV-AIDS pada  bulan  Agustus-September 2015. Pengambilan sampel secara total sampling untuk pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs secara imunoserologis metode strip. Analisis hubungan antara faktor pejamu dengan HBsAg dan Anti-HBs menggunakan uji statistik spearman’s test. Nilai negatif pada hasil pemeriksaan HBsAg sedangkan prosentase Anti-HBs PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang sejumlah 29%. Tidak ada hubungan antara faktor usia, pendidikan dan pengetahuan dengan hasil pemeriksaan Anti-HBs. Ada hubungan antara perilaku seksual dengan hasil pemeriksaan Anti-HBs. Diperlukan peningkatan regulasi penapisan dan imunisasi infeksi Hepatitis-B pada komunitas Resosialisasi Argorejo Kota Semarang.
性工作者中HBsAg和反HBs检测结果的普及率
商业性工作者是性病(HIV-AIDS、梅毒、淋病和乙型肝炎)感染风险高的群体。VHB的传播速度比艾滋病毒快100倍。HBsAg和抗HBs诊断是VHB感染的症状,在临床症状出现至少两周前可以检测到。2012年,阿戈尔乔镇三宝垄(Argorejo city Semarang)的发病率最高,共有1623例。妓女重新社会化方面的乙肝疾病监测还不是一个常规检查。研究问题的一个解决方案是“在Argorejo市的社会化妓女重新评估中,HBsAg和反hbs的效果如何?”本研究是交叉设计的分析观察研究。研究是静脉的血标本妓女Resosialisasi Argorejo检查艾滋病监测的三宝垄市2015年8月。对HBsAg和抗hbs的免疫代谢方法进行抽样检查。使用斯佩尔曼的统计测试,分析你的疗法与HBsAg和反hbs之间的关系。对于HBsAg检测结果的负面评价,对于反hbs性社会化程度的Argorejo市来说,是29%。年龄、教育和知识与反hbs检测结果之间没有联系。性行为和反hbs检测结果之间存在联系。我们要求三宝垄阿戈莱霍社会化社区的乙型肝炎感染调节和免疫接种得到加强。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信