“Anak adalah Aset”: Meta Sintesis Nilai Anak pada Suku Lani dan Suku Aceh

A. Laksono, R. Wulandari
{"title":"“Anak adalah Aset”: Meta Sintesis Nilai Anak pada Suku Lani dan Suku Aceh","authors":"A. Laksono, R. Wulandari","doi":"10.22435/kespro.v10i1.933","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract \nBackground: If a child gives values that were considered positive or beneficial to parents, then parents will place high expectations on the child. The study was conducted to synthesize the value of children in the Aceh Tribe and the Lani Tribe. \nObjective: The research aim was to explore the value of children in the Lani and the Acehnese. \nMethods: Using the meta-synthesis method in two manuscripts resulting from health ethnographic research, namely \"The Dilemma of the Family Planning Program\" (Acehnese Tribe in East Aceh, Aceh) and \"Portrait of Noken Child Care Patterns in Lani Culture\" (Lani Tribe in Tolikara, Papua). \nResults: Economically the people of Aceh and Lani consider children to be investments. This applies to girls. Socially, the two tribes consider children to be a complement to a family's life and a source of happiness. In religion, the Acehnese consider the child to be the successor to the religion, multiplying children was an effort to multiply the people. While Lani people believe in Christian teachings that encourage them to spread on the surface of the earth, this was done by multiplying offspring. For Acehnese children were important. They consider that the Acehnese boy could be the pride of the family and also the successor to the offspring. While Lani people value girls more than boys. \nConclusions: Both tribes still want a large number of children, between 4-7 children. Both tribes also still hold strong the value of children economically, children were assets. \nKey words: the value of children, meta-synthesis, meta-aggregation, ethnography research, Aceh tribe, Lani tribe \nAbstrak \nLatar Belakang: Apabila seorang anak memberikan nilai yang dianggap positif atau menguntungkan bagi orang tua, maka orang tua akan menaruh harapan yang tinggi terhadap anak. Suku Aceh dan Suku Lani merupakan kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian. \nTujuan: Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi nilai anak pada Suku Lani dan Suku Aceh. \nMetode: Meta sintesis pada dua manuskrip hasil riset etnografi kesehatan, yaitu “Dilema Program Keluarga Berencana” (Suku Aceh di Aceh Timur, Aceh) dan “Potret Pola Asuh Anak Noken dalam Budaya Lani” (Suku Lani di Tolikara, Papua). Studi difokuskan pada nilai anak secara: ekonomi; sosial; agama; preferensi gender; dan preferensi jumlah anak. \nHasil: Secara ekonomi masyarakat Aceh dan Lani menilai anak adalah investasi. Hal ini berlaku bagi anak perempuan. Secara sosial kedua suku menilai anak adalah pelengkap hidup sebuah keluarga dan sumber kebahagiaan. Secara agama orang Aceh menilai anak itu penerus agama, memperbanyak anak adalah upaya untuk memperbanyak umat. Sedang orang Lani meyakini ajaran kristiani yang menganjurkan mereka untuk menyebar di permukaan bumi yang dilakukan dengan cara memperbanyak keturunan. Bagi orang Aceh anak laki itu penting. Mereka menganggap bahwa anak laki Aceh dapat menjadi kebanggaan keluarga dan sekaligus penerus keturunan. Sedang orang Lani menilai lebih tinggi anak perempuan dibanding laki-laki. \nKesimpulan: Kedua suku masih menginginkan jumlah anak yang banyak, antara 4-7 anak. Kedua suku juga masih memegang kuat nilai anak secara ekonomi, anak adalah aset. \n  \nKata kunci: nilai anak, meta sintesis, meta agregasi, riset etnografi, suku Aceh, suku Lani","PeriodicalId":103177,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","volume":"288 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"5","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22435/kespro.v10i1.933","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 5

Abstract

Abstract Background: If a child gives values that were considered positive or beneficial to parents, then parents will place high expectations on the child. The study was conducted to synthesize the value of children in the Aceh Tribe and the Lani Tribe. Objective: The research aim was to explore the value of children in the Lani and the Acehnese. Methods: Using the meta-synthesis method in two manuscripts resulting from health ethnographic research, namely "The Dilemma of the Family Planning Program" (Acehnese Tribe in East Aceh, Aceh) and "Portrait of Noken Child Care Patterns in Lani Culture" (Lani Tribe in Tolikara, Papua). Results: Economically the people of Aceh and Lani consider children to be investments. This applies to girls. Socially, the two tribes consider children to be a complement to a family's life and a source of happiness. In religion, the Acehnese consider the child to be the successor to the religion, multiplying children was an effort to multiply the people. While Lani people believe in Christian teachings that encourage them to spread on the surface of the earth, this was done by multiplying offspring. For Acehnese children were important. They consider that the Acehnese boy could be the pride of the family and also the successor to the offspring. While Lani people value girls more than boys. Conclusions: Both tribes still want a large number of children, between 4-7 children. Both tribes also still hold strong the value of children economically, children were assets. Key words: the value of children, meta-synthesis, meta-aggregation, ethnography research, Aceh tribe, Lani tribe Abstrak Latar Belakang: Apabila seorang anak memberikan nilai yang dianggap positif atau menguntungkan bagi orang tua, maka orang tua akan menaruh harapan yang tinggi terhadap anak. Suku Aceh dan Suku Lani merupakan kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi nilai anak pada Suku Lani dan Suku Aceh. Metode: Meta sintesis pada dua manuskrip hasil riset etnografi kesehatan, yaitu “Dilema Program Keluarga Berencana” (Suku Aceh di Aceh Timur, Aceh) dan “Potret Pola Asuh Anak Noken dalam Budaya Lani” (Suku Lani di Tolikara, Papua). Studi difokuskan pada nilai anak secara: ekonomi; sosial; agama; preferensi gender; dan preferensi jumlah anak. Hasil: Secara ekonomi masyarakat Aceh dan Lani menilai anak adalah investasi. Hal ini berlaku bagi anak perempuan. Secara sosial kedua suku menilai anak adalah pelengkap hidup sebuah keluarga dan sumber kebahagiaan. Secara agama orang Aceh menilai anak itu penerus agama, memperbanyak anak adalah upaya untuk memperbanyak umat. Sedang orang Lani meyakini ajaran kristiani yang menganjurkan mereka untuk menyebar di permukaan bumi yang dilakukan dengan cara memperbanyak keturunan. Bagi orang Aceh anak laki itu penting. Mereka menganggap bahwa anak laki Aceh dapat menjadi kebanggaan keluarga dan sekaligus penerus keturunan. Sedang orang Lani menilai lebih tinggi anak perempuan dibanding laki-laki. Kesimpulan: Kedua suku masih menginginkan jumlah anak yang banyak, antara 4-7 anak. Kedua suku juga masih memegang kuat nilai anak secara ekonomi, anak adalah aset.   Kata kunci: nilai anak, meta sintesis, meta agregasi, riset etnografi, suku Aceh, suku Lani
背景:如果一个孩子给予父母被认为是积极或有益的价值观,那么父母就会对孩子寄予很高的期望。进行这项研究是为了综合亚齐部落和拉尼部落儿童的价值。目的:探讨拉尼族和亚齐族儿童的价值。方法:采用meta综合方法,对两份健康民族志研究的手稿,即《计划生育计划的困境》(亚齐省东亚齐省亚齐族部落)和《拉尼文化中诺肯儿童保育模式画像》(巴布亚省托利卡拉省拉尼族部落)进行综合分析。结果:经济上,亚齐和拉尼的人民认为儿童是一种投资。这适用于女孩。在社会上,这两个部落认为孩子是家庭生活的补充和幸福的源泉。在宗教上,亚齐人认为孩子是宗教的继承者,多生孩子是为了繁衍后代。虽然拉尼人相信基督教教义鼓励他们在地球表面传播,但这是通过繁殖后代来实现的。对亚齐儿童来说很重要。他们认为这个亚齐男孩可以成为这个家庭的骄傲,也是后代的继承人。而拉尼人更看重女孩而不是男孩。结论:两个部落仍然想要大量的孩子,在4-7个孩子之间。两个部落在经济上仍然坚持孩子的价值,孩子是财产。关键词:儿童价值,元综合,元聚合,民族志研究,亚齐部落,拉尼部落,拉塔尔·贝拉康,阿比拉斯·塞朗·阿纳克族,成员,nilai,阳江盖,积极的atau, menguntungkan, bagi orang tua, maka orang tua akan, menaruh harapan,阳廷吉,terhadap anak。苏库亚齐,苏库拉尼,苏库拉尼,克伦波克,苏库拉尼。图胡安:图胡安penelitian untuk mengeksplorasi nilai anak pada Suku Lani dan Suku Aceh。方法:Meta sintesis pada dua manuskrip hasil riset etnografi kesehatan,译为“困境计划Keluarga Berencana”(Suku Aceh di Aceh Timur,亚齐)和“Potret Pola Asuh Anak Noken dalam Budaya Lani”(Suku Lani di Tolikara,巴布亚)。研究中国经济的发展与发展;sosial;蜥蜴;preferensi性别;Dan preferensi jumlah anak。哈西尔:亚齐和拉尼的经济发展与投资。我爱你,我爱你,我爱你。社会教育:社会教育,社会教育,社会教育,社会教育。在亚齐省,在亚齐省,在亚齐省,在亚齐省,在亚齐省,在亚齐省,在亚齐省,在亚齐省。色当橙拉尼,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿。Bagi orangang Aceh anak laki itu penting。Mereka menganggap bahwa anak laki Aceh dapat menjadi kebanggaan keluarga dan sekaligus penerus keturunan。雪当橙,拉尼梅尼莱,利比拉,利比拉,拉克,拉克,拉克,拉克。Kedua suku masih menginginkan jumlah anak yang banyak, antara 4-7 anak。Kedua suku juga masih memegang kuat nilai, anak adalah asset。Kata kunci: nilai anak, meta sintesis, meta agregasi, riset etnografi, suku Aceh, suku Lani
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信