DAMPAK SERANGAN SEKUNDER PADA BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN SULFAT MASAM DENGAN TATA KELOLA AIR YANG TIDAK OPTIMAL

Heri Santoso, A. Susanto
{"title":"DAMPAK SERANGAN SEKUNDER PADA BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN SULFAT MASAM DENGAN TATA KELOLA AIR YANG TIDAK OPTIMAL","authors":"Heri Santoso, A. Susanto","doi":"10.22302/iopri.war.warta.v25i3.30","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tata kelola air merupakan kunci sukses pengelolaan perkebunan kelapa sawit di lahan pasang surut. Tantangan utama pengelolaan lahan pasang surut untuk perkebunan kelapa sawit adalah potensi kemasaman tanah karena teroksidasinya lapisan pirit dan akumulasinya garam-garam yang menyebabkan peningkatan tingkat salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak sekunder dari kondisi tata kelola air yang kurang optimal di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah yang tanaman kelapa sawitnya banyak mengalami pelepah bawah kering, daun tombak tidak membuka lebih dari 3, pelepah bawah sengkleh, batang berlubang, tanaman tumbang, dan tanaman mati. Hasil observasi menunjukkan adanya lapisan pirit pada kedalaman 50-60 cm dan telah terjadi oksidasi pirit akibat turunnya muka air saat terjadi kemarau panjang sekitar 6 bulan. Tata kelola air belum mendukung proses pencucian unsur-unsur yang bersifat meracun bagi tanaman akibat kemasaman yang tinggi serta kemungkinan salinitas yang tinggi. Dampaknya, akar tanaman layu dan tanaman kelapa sawit menjadi lemah. Hal tersebut mendorong terjadinya serangan sekunder berupa munculnya jamur Fomitopsis pinicola yang mempunyai kemampuan mendegradasi jaringan tanaman yang kuat. Kerusakan jaringan tanaman menyebabkan tanaman tumbang dan mati dengan intensitas serangan yang mengelompok mengikuti pola areal yang mengalami oksidasi pirit. Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak serangan sekunder dari jamur ini adalah perbaikan tata kelola air yang berfungsi ganda yaitu mempertahankan permukaan air di atas lapisan pirit dan pencucian unsur beracun serta garam-garam yang terendapkan di areal perakaran secara periodik.","PeriodicalId":197056,"journal":{"name":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v25i3.30","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

Tata kelola air merupakan kunci sukses pengelolaan perkebunan kelapa sawit di lahan pasang surut. Tantangan utama pengelolaan lahan pasang surut untuk perkebunan kelapa sawit adalah potensi kemasaman tanah karena teroksidasinya lapisan pirit dan akumulasinya garam-garam yang menyebabkan peningkatan tingkat salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak sekunder dari kondisi tata kelola air yang kurang optimal di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah yang tanaman kelapa sawitnya banyak mengalami pelepah bawah kering, daun tombak tidak membuka lebih dari 3, pelepah bawah sengkleh, batang berlubang, tanaman tumbang, dan tanaman mati. Hasil observasi menunjukkan adanya lapisan pirit pada kedalaman 50-60 cm dan telah terjadi oksidasi pirit akibat turunnya muka air saat terjadi kemarau panjang sekitar 6 bulan. Tata kelola air belum mendukung proses pencucian unsur-unsur yang bersifat meracun bagi tanaman akibat kemasaman yang tinggi serta kemungkinan salinitas yang tinggi. Dampaknya, akar tanaman layu dan tanaman kelapa sawit menjadi lemah. Hal tersebut mendorong terjadinya serangan sekunder berupa munculnya jamur Fomitopsis pinicola yang mempunyai kemampuan mendegradasi jaringan tanaman yang kuat. Kerusakan jaringan tanaman menyebabkan tanaman tumbang dan mati dengan intensitas serangan yang mengelompok mengikuti pola areal yang mengalami oksidasi pirit. Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak serangan sekunder dari jamur ini adalah perbaikan tata kelola air yang berfungsi ganda yaitu mempertahankan permukaan air di atas lapisan pirit dan pencucian unsur beracun serta garam-garam yang terendapkan di areal perakaran secara periodik.
二次攻击对硫酸盐沼油棕种植的影响与不理想的水资源管理
水治理是在潮汐土地上管理油棕种植园的成功关键。油棕种植园的潮汐管理面临的主要挑战是土壤酸化的潜力,因为油棕层的氧化和盐碱化导致盐碱化的增加。本研究旨在评估影响最佳治理条件的第二少的水在加里曼丹中部的棕榈油种植园公司之一的植物椰子sawitnya许多经历叶矛叶干燥,下不超过3叶sengkleh下,打开倒下的树干中空,植物,植物也会死。观察结果显示,在大约6个月的干旱期间,水位下降导致水位氧化。水的治理还不支持由于高温和可能的盐度而对植物有毒的元素进行消毒。结果,植物的根枯萎,棕榈油枯萎。这导致了皮尼科拉叶菌素(pinicola)的第二次攻击,这种真菌具有强大的植物组织的退化能力。植物组织的损伤导致植物在密集的攻击下崩溃和死亡,这是一个区域的氧化模式。为了减少霉菌的第二次攻击的影响,可以采取的措施是改善水的双重作用——保持沼泽顶部的水位,并定期清洗盐和有毒元素。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信