Vita Fitria Sari, Mayar Afriyenti, Ade Elsa Betavia
{"title":"PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRILL AND PRACTICE","authors":"Vita Fitria Sari, Mayar Afriyenti, Ade Elsa Betavia","doi":"10.21632/1.2.412-419","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pada tanggal 7 Juni 2018 telah diterbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejurusan (MAK) sebagai bentuk revisi terbaru dari Struktur Kurikulum 2013. Sejak diterbitkannya revisi atas K13 telah membawa banyak perubahan dalam struktur kurikulum SMK kejuruan bisnis dan manajemen dengan jurusan akuntansi dan lembaga keuangan. Salah satunya adalah munculnya mata pelajaran “praktikum akuntansi jasa, dagang dan manufaktur” yang diajarkan pada kelas XI dan XII. Permasalahan yang dihadapi oleh tim MGMP Akuntansi Provinsi Sumatera Barat adalah materi akuntansi manufaktur yang merupakan bagian dari mata pelajaran “praktikum akuntansi jasa, dagang dan manufaktur” adalah hal baru sehingga membutuhkan peningkatan pemahaman dalam materi akuntansi manufaktur terutama praktek penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur sebagai bentuk peningkatan profesionalisme guru dalam mengajarkan materi ini terutama untuk siswa kelas XII tahun ajaran 2019/2020. Tim pelaksana meyakini bahwa metode drill and practiceadalah metode yang paling tepat digunakan sebagai metode pembelajaran untuk mata pelajaran “praktikum akuntansi manufaktur”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua pendekatan yakni capacity buildingyang memfokuskan pada konsep penting penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur dan workshopyang menggunakan modul komprehensif sebagai praktik pembelajaran dengan metode drill and practice. Pada akhir kegiatan peserta dapat memahami 81.26% konsep penting penyusunan laporan keuangan manufakturdan mampu menyelesaikan 65.00% kasus penyusunan laporan keuangan manufaktur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar mata pelajaran “praktikum akuntansi manufaktur”","PeriodicalId":299672,"journal":{"name":"Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-11-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21632/1.2.412-419","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pada tanggal 7 Juni 2018 telah diterbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejurusan (MAK) sebagai bentuk revisi terbaru dari Struktur Kurikulum 2013. Sejak diterbitkannya revisi atas K13 telah membawa banyak perubahan dalam struktur kurikulum SMK kejuruan bisnis dan manajemen dengan jurusan akuntansi dan lembaga keuangan. Salah satunya adalah munculnya mata pelajaran “praktikum akuntansi jasa, dagang dan manufaktur” yang diajarkan pada kelas XI dan XII. Permasalahan yang dihadapi oleh tim MGMP Akuntansi Provinsi Sumatera Barat adalah materi akuntansi manufaktur yang merupakan bagian dari mata pelajaran “praktikum akuntansi jasa, dagang dan manufaktur” adalah hal baru sehingga membutuhkan peningkatan pemahaman dalam materi akuntansi manufaktur terutama praktek penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur sebagai bentuk peningkatan profesionalisme guru dalam mengajarkan materi ini terutama untuk siswa kelas XII tahun ajaran 2019/2020. Tim pelaksana meyakini bahwa metode drill and practiceadalah metode yang paling tepat digunakan sebagai metode pembelajaran untuk mata pelajaran “praktikum akuntansi manufaktur”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua pendekatan yakni capacity buildingyang memfokuskan pada konsep penting penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur dan workshopyang menggunakan modul komprehensif sebagai praktik pembelajaran dengan metode drill and practice. Pada akhir kegiatan peserta dapat memahami 81.26% konsep penting penyusunan laporan keuangan manufakturdan mampu menyelesaikan 65.00% kasus penyusunan laporan keuangan manufaktur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar mata pelajaran “praktikum akuntansi manufaktur”