{"title":"HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN JEMBER","authors":"Nahdah Khoirotul Ummah, Tantut Susanto, Latifa Aini Susumaningrum","doi":"10.22435/kespro.v10i1.1397","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract \nBackground: Girl’s adolescent who live in Islamic boarding schools need behavioral maintenance facilities regarding reproductive health. Girl’s adolescent development during reproductive growth will be associated with the acceptance of self-esteem. \nObjective: The study purpose was to understand about the relationship of self-esteem and adolescent reproductive health maintenance behaviors of students in Darussholah Boarding Schools Jember. \nMethod: This study used cross-sectional with 281 adolescent aged 12-18 with convenience sampling. Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) was used to measure self-esteem, and reproductive health care questionnaire was to measure reproductive health maintenance behaviors. Chi-square was performed to analyze the objective of study. \nResults: The results showed that among 281 adolescents were identify have a low self esteem (85%) and (74%) of less maintenance reproductive health behaviors. There is a significant relationship between the self-esteem and adolescent reproductive health maintenance behaviors among girl’s adolescent in Darussholah Boarding Schools Jember (χ2 = 96.34; p-value = 0.001). Girl’s adolescent with low self-esteem are more likely 35.414 time to have less reproductive health care (OR = 35.414; 95% CI = 90,145-13,913). \nConclusion: Acceptance of proportional self-esteem should be improved to maintenance. Therefore, facilities in Islamic boarding schools need to be provided to realize a clean and healthy should the maintenance of reproductive. \nKeywords: Self esteem, maintainance of reproductive behavior, female adolscent, boarding schools \nAbstrak \nLatar belakang: Remaja putri yang tinggal di pondok pesantren selama proses hygiene perseorangan memerlukan fasilitas pemeliharaan perilaku kesehatan reproduksinya. Perkembangan remaja selama tumbuh kembang kesehatan reproduksi akan berkaitan dengan penerimaan harga dirinya. \nTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja santri putri di Pondok Pesantren Darussholah Jember. \nMetode: Desain penelitian cross-sectional dilakukan pada 281 remaja berusia 12-18 tahun dengan convenience sampling. Kuesioner digunakan untuk mengukur karakteristik remaja. Kuisioner Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) digunakan untuk mengukur harga diri, dan kuesioner pemeliharaan kesehatan reproduksi digunakan untuk mengukur perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi. \nHasil: Hasil menunjukkan bahwa remaja memiliki harga diri rendah (85%) dan perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi yang kurang (74%). Ada hubungan yang signifikan antara harga diri dengan perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja santri putri di Pondok Pesantren Darussholah Jember (χ2= 96,34; p-value= 0,001). Remaja santri putri dengan harga diri rendah berpeluang 35,414 kali memiliki pemeliharaan kesehatan reproduksi kurang (OR= 35,414; 95% CI= 13,913-90,145). \nKesimpulan: Terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pengetahuan dan SADARI pada remaja putri di Kecamatan Jelbuk. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pendidikan dan promosi kesehatan pada keluarga supaya dapat menjalankan peran keluarga dengan lebih baik dan menjadi sumber informasi tentang SADARI bagi remaja putri. \n \nKata kunci: harga diri, pemeliharaan kesehatan reproduksi, remaja putri, pondok pesantren","PeriodicalId":103177,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","volume":"79 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22435/kespro.v10i1.1397","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Abstract
Abstract
Background: Girl’s adolescent who live in Islamic boarding schools need behavioral maintenance facilities regarding reproductive health. Girl’s adolescent development during reproductive growth will be associated with the acceptance of self-esteem.
Objective: The study purpose was to understand about the relationship of self-esteem and adolescent reproductive health maintenance behaviors of students in Darussholah Boarding Schools Jember.
Method: This study used cross-sectional with 281 adolescent aged 12-18 with convenience sampling. Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) was used to measure self-esteem, and reproductive health care questionnaire was to measure reproductive health maintenance behaviors. Chi-square was performed to analyze the objective of study.
Results: The results showed that among 281 adolescents were identify have a low self esteem (85%) and (74%) of less maintenance reproductive health behaviors. There is a significant relationship between the self-esteem and adolescent reproductive health maintenance behaviors among girl’s adolescent in Darussholah Boarding Schools Jember (χ2 = 96.34; p-value = 0.001). Girl’s adolescent with low self-esteem are more likely 35.414 time to have less reproductive health care (OR = 35.414; 95% CI = 90,145-13,913).
Conclusion: Acceptance of proportional self-esteem should be improved to maintenance. Therefore, facilities in Islamic boarding schools need to be provided to realize a clean and healthy should the maintenance of reproductive.
Keywords: Self esteem, maintainance of reproductive behavior, female adolscent, boarding schools
Abstrak
Latar belakang: Remaja putri yang tinggal di pondok pesantren selama proses hygiene perseorangan memerlukan fasilitas pemeliharaan perilaku kesehatan reproduksinya. Perkembangan remaja selama tumbuh kembang kesehatan reproduksi akan berkaitan dengan penerimaan harga dirinya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja santri putri di Pondok Pesantren Darussholah Jember.
Metode: Desain penelitian cross-sectional dilakukan pada 281 remaja berusia 12-18 tahun dengan convenience sampling. Kuesioner digunakan untuk mengukur karakteristik remaja. Kuisioner Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) digunakan untuk mengukur harga diri, dan kuesioner pemeliharaan kesehatan reproduksi digunakan untuk mengukur perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa remaja memiliki harga diri rendah (85%) dan perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi yang kurang (74%). Ada hubungan yang signifikan antara harga diri dengan perilaku pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja santri putri di Pondok Pesantren Darussholah Jember (χ2= 96,34; p-value= 0,001). Remaja santri putri dengan harga diri rendah berpeluang 35,414 kali memiliki pemeliharaan kesehatan reproduksi kurang (OR= 35,414; 95% CI= 13,913-90,145).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pengetahuan dan SADARI pada remaja putri di Kecamatan Jelbuk. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pendidikan dan promosi kesehatan pada keluarga supaya dapat menjalankan peran keluarga dengan lebih baik dan menjadi sumber informasi tentang SADARI bagi remaja putri.
Kata kunci: harga diri, pemeliharaan kesehatan reproduksi, remaja putri, pondok pesantren
背景:在伊斯兰寄宿学校生活的少女在生殖健康方面需要行为维护设施。女孩在生殖生长期间的青春期发展将与接受自尊有关。目的:了解达鲁绍拉寄宿学校学生自尊与青少年生殖健康维护行为的关系。方法:采用横断面抽样方法对281名12 ~ 18岁青少年进行调查。采用罗森博格自尊量表(Rosenberg Self-esteem Scale, RSES)测量自尊,采用生殖保健问卷测量生殖健康维持行为。采用卡方法分析研究目的。结果:281名青少年中有85%的人存在低自尊行为,74%的人存在低维持性生殖健康行为。达鲁舍拉寄宿学校女生自尊与青少年生殖健康维护行为存在显著相关(χ2 = 96.34;p值= 0.001)。自尊水平低的少女获得生殖保健服务的概率为35.414次(OR = 35.414;95% ci = 90,145-13,913)。结论:比例自尊的接受度需提高至维持水平。因此,需要在伊斯兰寄宿学校提供设施,以实现清洁和健康的生殖应维护。关键词:自尊,维持生殖行为,女性青少年,寄宿学校摘要:Latar belakang: Remaja putri, yang tinggal, di pondok, pesantren, selama proses, hygiene, perseorangan, melukan fasilitas, pemeliharaan, peraku, keshatanreduksinya。我是说:“我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。”图胡安:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan peraku pemeliharaan kesehatan reduksi remaja santri putri di Pondok Pesantren Darussholah Jember。方法:Desain penelitian横断面dilakukan pad281残浆岩12-18 tahun登干方便取样。Kuesioner digunakan untuk mengukur karakteristik remaja。Kuisioner Rosenberg自尊量表(RSES), digunakan untuk mengukur harga diri, dan kuesioner pemeliharaan kesehatan resduki, digunakan untuk mengukur peraku pemeliharaan kesehatan resduki。Hasil menunjukkan bahwa remaja memiliki harga diri rendah (85%) dan periaku pemeliharaan kesehatan reduksi yang kurang(74%)。9月1日,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,中国人口普查数据显示,假定值= 0001)。remaji santri putri dengan harga diri rendah berpeluang 35,414 kali memiliki pemeliharaan kesehatan reduksi kurang (OR= 35,414;95% ci = 13,913-90,145)。Kecamatan: Terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pengetahuan dan SADARI pada remaja putri di Kecamatan Jelbuk。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Kata kunci: harga diri, pemeliharaan kesehatan reduksi, remaja putri, pondok pesantren